Di Padang, Pasien Suspect MERS Jadi Sepuluh Orang

Pasien yang diduga mengidap virus MERS, Z. Binar (86) saat mendapatkan perawatan di RS M Djamil Padang. FOTO/DS
Pasien yang diduga mengidap virus MERS, Z. Binar (86) saat mendapatkan perawatan di RS M Djamil Padang. FOTO/DS

Jumlah pasien suspect MERS-CoV di Rumah Sakit (RS) M. Djamil Padang terus bertambah dalam sepekan terakhir. Terhitung saat ini pasien berjumlah 10 orang , empat diantaranya telah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka membaik dan terbukti tidak terjangkit virus mematikan itu.

“Pasien terakhir masuk dua orang dan mereka berasal dari Padang, diinformasikan juga baru pulang umrah beberapa hari lalu,” kata Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RS M. Djamil, Gustafianof, Jumat (16/5).

Ia menjelaskan, enam pasien suspect yang tersisa saat ini masih mendapatkan perawatan di ruang isolasi rumah sakit. Mereka mendapatkan perawatan intensif layaknya pasien positif MERS. Dua pasien terakhir yang masuk berinisial A (68) dan J (61).

Kedua pasien ini mengalami gejala mirip MERS sekembalinya dari menjalankan ibadah umrah di Mekah seperti demam, sesak nafas dan batuk. Sampel lendir tenggorokan juga sudah dikirimkan ke laboratorium Kemenkes RI di Jakarta. Sedangkan sampel lendir empat pasien suspect sebelumnya telah dikirim beberapa hari yang lalu.

”Hasil lab empat pasien yang lebih duluan masuk hingga kini belum keluar dan kami masih menunggu informasi dari Kementerian Kesehatan RI. Kita berharap hasilnya negatif, sama seperti empat pasien yang sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasien suspect MERS mencuat di Sumbar pada Kamis (8/5) lalu. Para pasien rata-rata jemaah umrah yang baru pulang dari Mekah. Mereka mengalami gejala mirip MERS sekembali menjalankan ibadah umrah.

Virus MERS merupakan anggota keluarga virus corona yang sama dengan virus SARS Corona, tapi lebih mematikan. Rata-rata angka kematian akibat MERS itu mencapai 50 persen, sedangkan angka kematian oleh SARS rata-rata hanya 10 persen.

Berdasarkan catatan Menkokesra, sejak April 2012 novel corona virus telah menular di Timur Tengah. Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) adalah suatu strain baru dari virus corona yang belum pernah ditemukan menginfeksi manusia sebelumnya.

MERS-CoV merupakan Emerging Infectious Diseases berpotensi menjadi  Pandemik dan diduga oleh organisasi kesehatan hewan dunia (OIE) bersifat zoonosis karena virus ditemukan pada Onta. (Cicigustria)

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT