Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Dewan PERS Ajak Wartawan Netral Dalam Pemilu

DSC01049NUSANTARA – Dewan PERS Indonesia mengadakan Workshop terkait peliputan pemilu dan pilkada untuk wartawan yang berada di Kota Padang, di Hotel Pangeran Beach Padang, Rabu (23/10) tadi siang. Workshop kali ini, membahas tentang tata cara maupun aturan wartawan terhadap pemilu yang akan berlangsung.

Imam Wahyudi, Anggota Dewan PERS dalam presentasinya menyebutkan, setiap wartawan merupakan ujung tombak dari terselenggaranya pemilu yang cerdas dan profesional. “Wartawan merupakan tiang utama dalam pemilu, karena merekalah yang akan melaporkan serta memberitakan terkait pemilu, baik dalam pelanggaran maupun kampanye”tuturnya.

Ditambahkannya, setiap wartawan di Indonesia memiliki beberapa standart yang harus dimiliki, ini upaya membentuk wartawan yang adil dan netral. Dilain sisi, wartawan juga harus mengajak masyarakat, terutama di Kota Padang, dalam mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu.

“Setiap wartawan juga ada standarnya, karena wartawan haruslah netral baik dalam segi apapun termasuk pemilu, dan yang terpenting, wartawan dalam rangka pemilu, bukan hanya untuk memberitakan tetapi mengajak masyarakat menjadi pemilih yang cerdas”katanya.

Selanjutnya, sesi kedua diberikan oleh Yosep Adi Prasetyo yang merupakan Ketua Komisi Hukum Dewan PERS. Yosep menuturkan, bahwa masih banyak pejabat pemerintah ikut serta dalam kampanye, bahkan politik di Indonesia saat ini sangat tidak baik atau dikatakan gobrok.

“Pegawai Negeri Sipil yang seharusnya bekerja, masih banyak yang ikut-ikutan kampanye, jadi tak ada kenetralan antar satu sama lainnya, hingga politik di Indonesia saat ini sangat dikatakan gobrok”tuturnya.

Yosep juga menyebutkan, masyarakat masih sangat kurang dengan yang namanya pendidikan politik, karena sangat sering saat ini, masyarakat masih belum mengerti dengan nilai politik tersebut.

“Kurangnya pendidikan politik pada masyarakat Indonesia, merupakan salah satu kegagalan demokrasi dan politik negeri ini, masyarakat banyak hanya menjadi subjek dalam kampanye tetapi tidak mengerti dengan politik itu sendiri”tegasnya.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT