Cerita Mahasiswa KKN di Nagari Mungo

kkn mungo

kkn mungo

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) sudah mulai
digelar pada 15 Juni 2016 lalu. Lebih dari 4.000 mahasiswa disebar
pada berbagai Nagari yang ada di Sumatera Barat, untuk memberikan
bantuan dan peran dalam rangka percepatan berbagai pembangunan.

Banyak tantangan yang dihadapi mahasiswa, terutama dalam upaya
peningkatan pembangunan dalam segi ilmu pengetahuan, infrastruktur dan
sosial sesuai kemampuan yang dimiliki mahasiswa.

Salah satunya, mahasiswa KKN yang terdapat pada Kenagarian Mungo,
Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota. Kenagarian Mungo sendiri
memiliki 11 jorong, dimana penduduknya mencapai 10.000 jiwa.

Disini, ada 34 mahasiswa yang terdiri dari berbagai jurusan hadir
untuk memenuhi panggilan masyarakat tersebut selama 40 hari. Waktu
yang singkat untuk memberikan sesuatu hal yang berarti bagi para
masyarakat yang berada disana.

Dalam melakukan dampak langsung kepada masyarakat, para mahasiswa
mencoba untuk bergerak dalam berbagai bidang, mulai dari peningkatan
pengetahuan masyarakat terhadap berbagai aspek, program kerja dan
gotong royong guna meningkatkan rasa sosial.

Mahasiswa KKN di Nagari Mungo sudah merancang berbagai program kerja
yang diyakini mampu membantu keluhan dari masyarakat. Adapun program
tersebut diantaranya Gotong Royong, pembuatan tempat sampah organik
dan non organik, pembuatan plang untuk 11 jorong yang ada, pesantren
kilat, pendekatan sosial serta pengetahuan terhadap masyarakat.

“Kita sudah mulai untuk melakukan gotong royong, kemudian pendekatan
sosial terhadap masyarakat, lalu nanti kita akan menjalankan pesantren
kilat pada siswa sekolah dasar. Disini, kita ingin berbagi untuk
seluruh kalangan, dari anak-anak hingga orang tua,” kata Ketua
Mahasiswa KKN Unand untuk Kenagarian Mungo, Abi Rafdi.

Tidak hanya menjalankan program kerja bersama, namun para mahasiswa
juga dituntut dapat menjalankan program kerja individu sesuai bidang
keilmuannya. “Disini, ada berbagai jurusan, semuanya ada, jadi kita
juga dituntut untuk bisa secara personal dibantu yang lainnya dalam
menjalankan program kerja personal (perorangan),” terangnya.

Diakui mahasiswa lainnya, masyarakat Kenagarian Mungo sangat antusias
dan terbuka dalam menyambut peranan dari mahasiswa KKN tersebut. “Dari
awal kita datang, kami sangat terima kasih dengan masyarakat yang
menyambut kami dengan sangat antusias. Kami yakin dan harap, sedikit
banyaknya bisa membantu masyarakat yang ada disini,” kata mahasiswa
KKN Unand, Diana Agustin.

Sementara itu, Wali Nagari Mungo, Mestari berharap para mahasiswa
dapat memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat, terutama dalam
segi pertanian, peternakan dan kesehatan.

“Kita harap mahasiswa KKN ini dapat memberikan kontribusi kepada
masyarakat, dari bidang ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Disini,
rata-rata, masyarakat bertani, ada juga yang beternak,” katanya saat
penyambutan mahasiswa KKN beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, Mestari mengatakan, jika mahasiswa KKN dapat juga
meningkatkan kapasitasnya untuk mengasah ilmu yang dibidanginya
masing-masing. “Saling berdampak satu sama lain, dampak kepada
masyarakat dan mahasiswa itu sendiri, dalam mengembangkan dan
memberikan ilmu yang telah dipelajari,” terangnya.

Untuk diketahui, Kenagarian Mungo merupakan salah satu Nagari yang
kaya dengan sumber daya alam di Kabupaten Limapuluh Kota, terutama di
Kecamatan Luak. Tak dipungkuri, Nagari Mungo memiliki perikanan,
peternakan dan pertanian yang sangat luas.

Komentar

KKN Mahasiswa Unand