Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Bukti Kerja Presiden Jokowi di Sumbar

jembatan guguak di Kabupaten Agam, Sumbar hasil kerja nyata Presiden Joko Widodo/photo : IG.Ianpilang
jembatan guguak di Kabupaten Agam, Sumbar hasil kerja nyata Presiden Joko Widodo/photo : IG.Ianpilang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun 17 jembatan gantung yang direncanakan di 2018 dan demikian halnya di 2017 yang sedang berlangsung.

Presiden Joko Widodo menyampaikan, sebanyak 32 jembatan gantung telah dan sedang dibangun dalam dua tahun terakhir. Ini semua dibangun untuk keperluan rakyat.

“Alhamdulillah, dalam dua tahun terakhir, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) telah dan sedang membangun 32 jembatan gantung di Indonesia,” kata Jokowi seperti dikutip¬†Kabarpadang dari akun facebook resminya, Sabtu (12/8/2017).

Perencanaan membangun jembatan 2018 akan dilaksanakan di lima daerah yakini, Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) sebanyak dua, Sumatera Utara sebanyak tiga, Kalimantan Tengah sebanyak dua, dan Provinsi Banten sebanyak tujuh. Sementara untuk Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah akan dibangun masing-masing sebanyak satu jembatan.

Sedangkan di tahun ini, 13 jembatan gantung bakal dibangun, dua jembatan gantung bakal dibangun di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan selanjutnya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sepanjang 32 meter dan 72 meter. Sedangkan Jateng yakni jembatan Sudisari I sepanjang 60 meter dan Jembatan Glagah sepanjang 32 meter.

Pada tahun ini juga dilakukan kerja sama pembangunan dua jembatan gantung di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga menyiapkan rangka jembatan yang nantinya akan dihibahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu, dimana saat ini Pemda setempat sedang menyiapkan lahan dan pondasi jembatan.

Selain itu juga tengah dibangun dua jembatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yakni jembatan Kradenan dan jembatan Pulokulon masing-masing sepanjang 90 meter melintasi Sungai Lusi. Sementara juga tengah dibangun masing-masing satu jembatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yakni jembatan Gadingan diatas Sungai Bengawan Solo (120 m), jembatan Wanagama (42 m) di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta, jembatan Slada Sungai Pedes (32 m) di Brebes, jembatan Pasir Puncu Sungai Jali (60 m) di Purworejo, Jembatan Rahayu (72 m) di Kebumen, Jembatan Tanggul Welahan Sungai Parit Raya (90 m) di Tulungagung, dan Jembatan Welamusa Sungai Loworea (90 m) Ende Timur NTT.

Berdasarkan data pada dua tahun terakhir seperti dikemukakan Presiden Joko Widodo, terhitung pada 2015, telah terbangun sepuluh jembatan gantung di Banten yakni jembatan olelet, Jembatan Ranca Wiru, jembatan Leuwi Loa, jembatan Cisimeut, jembatan Cigeulis, jembatan Cidikit, jembatan Cicariu, jembatan Bojong Apus, jembatan Cihambali, dan jembatan Cidadap.

Sejak 2015, seiring dengan tingginya kebutuhan dan mengingat keterbatasan pendanaan dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR berinisiatif membangun jembatan gantung di berbagai provinsi. Selama ini banyak jembatan gantung perdesaan dibangun secara swadaya dengan teknologi sederhana, sehingga dari segi keamanan dan desain kurang layak. 

“Boleh jadi, tanggung jawab pembangunan jembatan gantung berada pada pemerintah daerah, tapi tak semua mereka punya dana yang cukup. Tak ada jalan lain, sejak tahun 2015, Kementerian PUPR turun tangan membangun jembatan gantung di berbagai provinsi,” Jelasnya.

Sementara pada 2016, telah dibangun tujuh jembatan gantung di lima daerah dengan dana senilai Rp 50 miliar. Dari 7 jembatan tersebut, satu di antaranya telah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo. Sehingga sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, yakni jembatan Gantung Galeh (90 m) yang menghubungkan Desa Gandurejo dengan Desa Parakan Kauman, Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Jembatan lainnya adalah jembatan Gantung Soropadan (90 m) menghubungkan Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung dengan Desa Kalikuto, Kecamatan Grabak, Kabupaten Magelang, jembatan Gantung Mangunsuko (120 m) yang menghubungkan Desa Mangunsuko dengan Desa Sumber Kabupaten Magelang dan jembatan Gantung Krinjing (90 m) yang menghubungkan Desa Krinjing dengan Desa Paten, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Tiga jembatan gantung lainnya yang dibangun pada 2016 adalah jembatan Guguk Randah (120 m) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, jembatan Kali Cipamingkis (120 m) di Kabupaten Bogor Jawa Barat; dan Jembatan Gantung Kuning (90 m) di Kabupaten Klungkung, Bali.

Indonesia ini begitu luas, bergunung-gunung, desa-desanya dipisah lembah dan sungai. Karena itulah dibutuhkan banyak jembatan gantung untuk perjalanan antardesa atau dari tempat tinggal penduduk ke sekolah, pasar dan tempat kerja, pungkas Presiden Joko Widodo.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT