BPJS Ditolak, Mahasiswa Kumpulkan Koin Untuk Khiren

Ilustrasi. Warga menunjukkan kartu BPJS usai mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan di Kantor BPJS, Jakarta. Foto : Viva

Ilustrasi. Warga menunjukkan kartu BPJS usai mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan di Kantor BPJS, Jakarta. Foto : Viva

Ratusan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) menggelar aksi pengumpulan koin demi melunasi hutang sang dosen, Dewi Anggraini sebesar Rp.124 juta. Kesulitan sang Dosen karena biaya pengobatan sang anak, Khiren Humaira Islami yang dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat karena menderita kebocoran jantung.

Aksi sendiri dimulai dengan mengumpulkan koin dengan mendatangi gedung perkuliahan, termasuk menyebarkan spanduk dan poster dari bentuk solidaritas mahasiswa.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap masalah yang terjadi pada dosen kami. Kami ingin membantu beliau, melihat banyaknya hutang yang dibebankan kepada dirinya, karena perawatan anaknya itu,” kata Koordinator Aksi, Indra disela-sela pengumpulan koin untuk Khiren di Kampus Unand, Limau Manis, Kota Padang, Selasa (11/8).
Rasa simpatik itu dicurahkan mahasiswa dengan aksi yang bertemakan #KOINUNTUKBPJS dan #KOINUNTUKKHIREN. “Mudah-mudahan dengan aksi kita dapat membantu ibuk Dewi sedikit banyaknya,” terangnya.
Untuk diketahui, sebelumnya bayi berusia 11 bulan tersebut dirawat di RS Harapan Kita, Jakarta Barat karena mengalami kebocoran jantung. Biaya pengobatan yang seharusnya dilimpahkan ke BPJS, ternyata ditolak. Pasalnya, orang tuanya terlambat menyelesaikan jaminan Askes, dimana pengurusannya memakan waktu 3×24 jam.
Orang tua Khiren sendiri tidak mengetahui adanya Permenkes yang menyatakan, jika tidak menyelesaikan pengurusan Surat Jaminan Askes selama tiga hari, maka status pasien berubah dari Pasien BPJS menjadi umum. Selama perawatan, sang orang tua juga tidak mengetahui akan hal tersebut.
Komentar