Berimingkan Uang 2ribu, Tiga Siswi SD Dicabuli Buruh Bangunan

Ilustrasi
Ilustrasi

Tak tahan ditinggal lama sang istri, seorang buru bangunan, NB (57) nekat mencabuli tiga orang siswi SD. Pelaku melancarkan aksinya dengan mengiming-imingi para korbannya dengan uang sebesar Rp. 2.000.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari salah satu orang tua korban, BR (45) kepada SPKT Polresta Padang. Ia melaporkan anaknya telah dicabuli pelaku berawal dari bulan Mei lalu. Saat itu, ketiga korban yakni, SR (8), FW (9), dan SM (8) bermain di depan rumah pelaku yang berada di kawasan Koto Lalang, Kecamatan Lubukkilangan.

 Berdasarkan pengakuan BR, aksi bejat yang menimpa anaknya itu diketahui pertama kali saat sang anak tengah ngobrol bersama teman sebayanya. Dari pembicaraan mereka, BR menangkap kalau anaknya menceritakan tentang pelaku yang sudah melakukan aksi cabul, tidak hanya anak BR tapi juga dua temannya yang lain.

 ”Setelah saya mendesak anak saya pak, barulah mau bercerita kalau dia sudah dicabuli oleh NB yang tinggalnya tidak jauh dari rumah kami, secepatnya langsung saya laporkan ke polisi pak,” ungkapnya kepada wartawan di Padang, Rabu (21/5).

Kanit II SPKT Polresta Padang, IPDA Zamzami membenarkan kasus tersebut. Ia menyebut telah menerima laporan para orang tua dengan nomor : LP/839/K/V/SPKT Unit II.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan visum terhadap ketiga korban. Namun, sebagai langkah awal, pelaku langsung diamankan di Mapolresta Padang. ”Pelaku sudah kita amankan karena malam itu warga yang marah memang sempat menghakimi si pelaku, saat ini masih dalam penyelidikan,” katanya di Polresta Padang.

Sementara, pengakuan ketiga siswi SD tersebut memang cukup mengejutkan penyidik dari Unit PPA Polresta Padang. Mereka mengaku diimingi uang Rp 2000 per anak setiap disuruh untuk memijit si pelaku.

Dari hasil penyelidikan, para korban ini ternyata dicabuli secara terpisah oleh pelaku. Pelaku ini pernah menyuruh korbannya untuk memijit, memegang kemaluan, bahkan disuruh untuk tiarap dan kemudian ditindih oleh pelaku.

“Saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan terhadap para korban, dan korban sendiri masih divisum, hasil belum diketahui,” katanya.

(Cicigustria)

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT