Berdampak Positif, Perbankan Diimbau Serius Kelola KUR

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Foto : Elshinta

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Foto : Elshinta

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan di Sumatera Barat diingatkan agar bisa serius dan profesional, terutama bagi Bank Pembangunan Daerah (Bank Nagari).

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di Padang, Rabu (2/11/2016).

Menurut Gubernur, penyaluran KUR memberikan dampak positif dalam pembangunan ekonomi pada masyarakat Sumatera Barat.

“Petani yang dulunya hanya menjual produk pertaniannya, setelah mendapatkan KUR bisa meningkatkan usahanya. Demikian juga UMKM yang dulunya kekurangan modal bisa mengembangkan usaha,” katanya.

Bagi debitur (peminjam), Gubernur mengimbau agar melengkapi syarat yang telah ditentukan pihak bank. Begitu juga sebaliknya, pihak perbankan juga tidak boleh mempersulit proses peminjaman KUR kepada pelaku UMKM.

“Kita harus jaga. Bank Nagari profesional, debitur juga harus memenuhi syarat,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bank Nagari, Dedy Ihsan menyebut, jika pada awal tahun 2016, Bank Nagari belum mampu mendapatkan kepercayaan pemerintah pusat untuk menyalurkan KUR.

Namun demikian, setelah adanya lobi yang intensif, akhirnya bulan September 2016, pemerintah memberikan kesempatan tersebut. Dedi sendiri optimis, KUR akan bisa terelisasi hingga akhir tahun 2016. “Kita diberi kuota Rp100 miliar untuk KUR 2016,” singkatnya.

Komentar

Gubernur Sumbar Kredit Usaha Rakyat Perbankan Sumbar