Beraksi di 25 TKP, Polisi Sita Ratusan Barang Bukti

Ilustrasi.
Ilustrasi.

‘Raja Penjahat’ mungkin itu julukan yang harus dilekatkan pada pria bernama Suhardi Nasution (29). Pria ini merupakan seorang pelaku aksi kriminal pencurian yang telah berlangsung pada 25 TKP dengan ratusan barang bukti.

Pria yang akrab disapa Adi Cemeng ini ditangkap oleh jajaran Polsek Pauh, Kota Padang setelah adanya laporan pencurian dua unit Handphone yang dilakukan di sebuah konter di kawasan Pasar Baru, Kota Padang.

Ditangkapnya pelaku berkat usaha kepolisian berkomunikasi dengan pelaku via Blackberry Messenger. Saat itu, kesapakatan pun terjadi dengan disepakatilah bertemu di kediaman pelaku bertempat di kawasan Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Selasa (14/5) kemarin.

“Kita langsung melakukan koordinasi dengan jajaran reskrim Polresta Padang dan Polsek Padang Timur,” kata Kapolsek Pauh, Kompol Daeng di Padang, Rabu (21/5).

Penggerebekan berjalan kurang mulus, polisi pun harus mengeluarkan tembakan peringatan lantaran kedatangan petugas yang diketahui pelaku. “Penangkapan terhadap pelaku ini berlangsung tiga jam lebih, pelaku ini sempat bersembunyi selama sejam diatas loteng sebelum ditangkap,” jelasnyanya.

Saat diamankan, dari rumah pelaku ini polisi menemukan lima unit HP, dua buah STNK, empat buah BPKB, sembilan dompet, sebuah tas, satu unit laptop, lima buah kartu ATM, dua buah kalkulator, tiga pasang sepatu, 10 helai baju, puluhan KTP, sebuah sepeda motor nopol BA 2508 WE, satu unit airsoft gun serta alat hisap dan bong.

“Ada ratusan barang bukti yang berhasil kita amankan dari pelaku ini, dia adalah raja semua aksi kejahatan yang terjadi di Kota Padang,” tuturnya.

Menurutnya, pelaku yang merupakan residivis kasus curanmor tahun 2009 lalu adalah seorang gembong jambret yang paling dicari oleh jajaran Reskrim Polresta Padang. Banyaknya barang bukti yang didapat membuktikan kalau pelaku ini tidak hanya beraksi di kawasan Pauh, tapi hampir seluruh kota Padang.

“Saat ini memang terus dilakukan pengembangan pasca penangkapan pelaku, bisa jadi pelaku ini memiliki jaringan,” katanya.

Selain itu, pelaku ini juga dikenal sadis dalam beraksi, dia mengancam calon korbannya dengan menggunakan airsoft gun miliknya dan kemudian mengambil semua barang milik korbannya. Ditambah lagi, pelaku ini juga diketahui sudah beraksi di 25 TKP yang ada di kota Padang.

“Dia akan dijerat dengan tiga pasal sekaligus yakni, UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika, pasal 363 dan 365 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun,” jelasnya.

Sementara, pelaku menyebut menjalankan aksi ini karena terdesak kebutuhan ekonomi yang selalu meninggi. Dia mengatakan, kembali melakukan pencurian setelah pekerjaannya yang dilakoninya sekarang yakni sebagai kuli tidak menghasilkan uang yang banyak.

”Awalnya memang saya coba-coba pak, tapi akhirnya kebiasaan saya itu datang lagi dan menjadi ketagihan serta terus-terusan,” ungkapnya kepada wartawan.

Dia mengatakan, saat melihat calon korban, dia langsung mengeluarkan airsoft gun dari saku dan menodongkannya. ”Tapi, saya kalau beraksi sendiri pak. Apa yang tampak saya sikat, termasuk pakaian,” katanyanya.

Ditambahkannya, untuk sabu, dia menyebut juga menjadi perantara salah seorang bandar besar di Kota Padang. ”Saya disuruh mengantarkan barang dengan upah sabu juga,” pungkasnya.

(Cicigustria)

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT