Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Angka Golput Tinggi, Prediksi Dua Putaran

dua-putaranPOLITIK – Pemilukada Kota Padang diprediksi akan berjalan dua putaran, karena berdasarkan data terakhir hitung cepat oleh Lembaga Mika Consultant Politic menempatkan peringkat pertama dipegang oleh pasangan Mahyeldi-Emzalmi dengan persentase 29,89% diikuti pasangan Desri-James 16,12%.

Data final hitung cepatini dirilis pukul 01.00 dini hari tadi, dengan jumlah suara masuk sebesar 78% serta margin error 3,5%. Hasil ini melihatkan bahwa tak ada satupun pasangan calon yang mendapatkan suara lebih dari 30%, karena apabila satu putaran pasangan calon harus mengantongi suara minimal 30% dari total suara yang ada.

Tetapi keputusan mutlak akan diambil oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Padang yang akan mengumumkan secara resmi total suara pada tanggal 5 November 2013 mendatang.

Apabila hitung cepat menunjukan angka yang cukup akurat dari hasil yang dimiliki KPUD Padang, otomatis pasangan Mahyeldi-Emzalmi dengan Desri-James akan bertarung sengit pada putaran kedua yang diperkirakan akan diselenggerakan pada 5 Desember 2013.

Gusfen Khairul,  wartawan Senior sekaligus anggota Forum Editor Kota Padang menyebutkan besar kemungkinan ajang demokrasi ini akan berjalan dua putaran, melihat kondisi lapangan dan hasil hitung cepat tersebut.

“Kita perkirakan dua putara, melihat kondisi di lapangan yang sangat menentukan, termasuk angka pemilih yang sangat menurun serta didorong dengan hasil hitung cepat yang dirilis oleh beberapa lembaga di Kota Padang”ungkapnya saat diwawancarai di kantornya Jati Padang, Kamis (31/10) siang.

Ditambahkannya, apabila pilkada terjadi dua putaran maka sangat sulit memprediksi pemenang demokrasi ini. Faktor yang terpenting dalam demokrasi partisipasi masyarakat, karena dilihat dengan kasat mata serta hasil survei sekitar 60% masyarakat Kota Padang yang menggunakan hak pilihnya.

“Angka golput menjadi faktor utama demokrasi, karena itu merupakan penentu bagi pasangan calon untuk meraup suara, jika terjadi dua putaran nantinya”tambahnya.

Tak hanya itu, Gusfen juga menyebutkan pada putaran dua, pasangan calon yang maju haruslah berpandai-pandai dalam mengambil simpatik dari pendukung pasangan calon yang kalah. “Faktor yang juga sangat menentukan, kemana arah tujuan dari pendukung pasangan yang kalah tersebut”katanya.

Terakhir, Gusfen juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya apabila terjadi dua putaran.”Biarlah kemarin golput 40%, tetapi kalau terjadi dua putaran, pasangan calon termasuk KPUD harus bisa menarik secara cepat masyarakat untuk memilih, supaya angka golput tak bertambah”pungkasnya.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT