Alphabet, Nama Baru Perusahaan Google

Kantor Google di Indonesia (Foto: hetanews.com)

Kantor Google di Indonesia (Foto: hetanews.com)

Kabar mengejutkan datang dari raksasa mesin pencari Google. Perusahaan internet asal Amerika Serikat itu dikabarkan `lengser` dan telah membuat perusahaan baru yang bernama Alphabet.

Namun, lengser yang dimaksud di sini bukan berarti Google bubar jalan. Google justru membuat Alphabet dengan tujuan untuk restrukturisasi perusahaan agar bisa menangani divisi-divisi besar yang berada di bawah Google. Bahkan, posisi Alphabet justru lebih tinggi dibandingkan dengan Google, yakni akan menjadi induk perusahaan dari Google sendiri.

“Perusahaan kami (Google) justru masih beroperasi dengan baik, namun kami pikir saatnya sekarang bisa membuatnya lebih baik dan mumpuni. Jadi, kami putuskan untuk membuat sebuah perusahaan baru bernama Alphabet,” kata CEO Google Larry Page lewat postingan blog di laman Investor Google.

Nantinya, Alphabet akan bertindak menaungi divisi-divisi penggawa Google seperti layanan mesin pencarinya, Google Maps, Android, Advertising, Google Chrome dan bisnis infrastruktur teknikal lainnya.

Lebih lanjut disebutkan, Google justru akan lebih berfokus menangani divisi riset penuaan Calico, rumah pintar Nest dan penyedia layanan internet Fiber.

Bahkan, Google pun akan menangani lini bisnis Google Ventures, Google Capital, dan Google X dengan proyek mobil pintarnya. Demikian dilansir Business Insider dan dikutip Selasa (11/8/2015).

Page menjelaskan bahwa perubahan ini akan membuat hal-hal lebih bersih dan lebih bertanggung jawab baik bagi Alphabet dan Google.

“Struktur baru ini akan memungkinkan kami untuk tetap fokus yang luar biasa pada kesempatan yang luar biasa yang kita miliki dalam Google,” tambahnya.

Restrukturisasi ini disebut mirip sekali dengan yang dilakukan Berkshire Hathaway, perusahaan milik orang terkaya di dunia — Warren Buffett — yang memiliki beragam perusahaan induk dan memiliki saham yang besar.

Dengan demikian, saham Google otomatis akan dikonversi menjadi saham Alphabet pada akhir tahun ini dan akan terus diperdagangkan dalam kode transaksi saham GOOG dan GOOGL. Setelah pengumuman ini, saham Google melonjak naik sebanyak 5,8 persen dan banyak mendapatkan respon positif dari pasar. (Liputan6.com)

Komentar

Google