Agam Raih 16.165 ton Pupuk Bersubsidi tahun 2019

Agam, Kabarpadang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam memperoleh kuota dengan lima jenis pupuk bersubsidi.

Jumlahnya mencapai 16.165 ton pada tahun 2019. Pupuk ini nantinya diperuntuhkan untuk membantu peningkatan produksi pertanian pada wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian agam, Isman Imran mengatakan, kelima jenis pupuk bersubsidi itu terdiri dari, UREA sebanyak 5.760 ton, NPK sebanyak 5.233 ton, ZA 1.463 ton, SP36 sebanyak 3.047 ton, dan organik 662 ton.

“Dengan adanya pupuk bersubsidi itu, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan petani di Agam dan mampu mendorong peningkatan produksi pertanian,” katanya di Kabupaten Agam, Kamis 14 Maret 2019.

Ditambahkan Isman, kuota pupuk bersubsidi tahun 2019 sendiri berkurang dari tahun 2018. Pasalnya, lahan pertanian di Kabupaten Agam berkurang dari 27.277 hektare menjadi 26.525 hektar.

Selain itu, Kabid Sarana Prasarana Pertanian dan Penyuluh Dinas Pertanian Agam, I Nyoman Gede Karyawan mengatakan, pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan pemerintah sehingga distributor dan kios resmi wajib tertib administrasi.

“Kita minta seluruh distributor dan kios resmi senantiasa menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah,” sebut I Nyoman.

Sedangkan, harganya juga diatur dan ditetapkan oleh pemerintah. Harga itu sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk urea HET-nya sebesar Rp 1.800 per kilogram, NPK Rp2.300 per kilogram, SP36 Rp2.000 per kilogram, ZA Rp 1.400 per kilogram dan pupuk organik Rp 500 per kilogram.

Kata I Nyoman, kios resmi harus memastikan jika petani yang berhak atas pupuk bersubsidi ialah petani yang terdaftar dalam kelompok tani. Kemudian, menyusun Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan miliki lahan pertanian kurang dari dua hektare.

I Nyoman juga mengingatkan, petugas penyuluh pada setiap Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan untuk melakukan pengentrian data kebutuhan pupuk bersubsidi itu kedalam aplikasi online e-RDKK.

“Hal ini supaya tahun 2020 petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi adalah petani yang RDKK nya telah masuk dalam aplikasi e-RDKK,” jelasnya.

Rekomendasi