Investor Tidak Terpengaruh Teror Bom

Ilustrasi Investasi (www.bareksa.com)

Ilustrasi Investasi (www.bareksa.com)

Kejadian pemboman dan penempakan yang terjadi Kamis (14/1) lalu dipastikan tidak berdampak terhadap penurunan jumlah pengguna layanan investasi di pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) pusat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Menurut Kepala BKPM, Franky Sibarani, Selasa 19 Januari 2016, ‎dari pantauan yang dilakukan tim pelayanan BKPM jumlah antrean yang dilayani oleh PTSP pusat selama beberapa hari terakhir tercatat stabil, yakni di angka 350-450 antrean.

BKPM mencatat pada Rabu 13 Januari 2016, sebelum kejadian, tercatat jumlah antrean yang dilayani 397. Kamis 14 Januari, saat kejadian jumlahnya stabil 397 antrean. Jumat 15 Januari, sedikit menurun menjadi 392 dan Senin 18 Januari sebanyak 430 antrean.
“Angkanya menunjukkan bahwa pascaperistiwa tidak terjadi penurunan yang signifikan orang yang datang ke BKPM. Ini refleksi dari kepercayaan investor
terhadap keamanan di Indonesia,” ujar Franky dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa 19 Januari 2016.
Menurut dia, penurunan yang terjadi di Jumat, atau setelah kejadian teror tersebut dinilai cukup normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
“Waktu pelayanan di hari Jumat, memang lebih pendek dari hari normal. Apalagi, dengan jumlah yang dicatatkan penurunannya tidak berbeda jauh dengan hari-hari sebelumnya,” kata dia.
Menurutnya, laporan harian pengguna layanan PTSP selalu direkap dalam empat bagian utama. Pertama adalah terkait dengan perizinan merupakan antrean yang merupakan antrean terkait aplikasi, terkait Angka Pengenal Importir (API) dan layanan izin investasi tiga jam.
Kedua, adalah terkait informasi non-perizinan yang terdiri dari informasi mengenai fasilitas masterlist, pengendalian dan pelaksanaan, tata usaha maupun terkait sistem.
“Yang ketiga adalah terkait konsultasi dengan LO kementerian/lembaga yang ada di PTSP pusat, dan yang terakhir adalah pengaduan yang masuk ke BKPM,” ujarnya. (viva.co.id)
Komentar

Investasi Investor Teror Bom